Awal lihat buku ini mejeng di Gramedia entah kenapa saya sudah merasa tertarik, mungkin karena melihat cover-nya yang bagus banget (menurutku loh ya, entah gimana kalau menurut kalian). Tapi harga yang tertempel OMG itu tak cukup dengan ketebalan isi dompetku. Guru Agama di sekolah menyarankan untuk membaca buku ini. Wah kalau guru yang satu itu udah kasih saran sepertinya isi buku berkualitas tuh (secara guru agama dan editor yang kasih saran).
Alah rempong deh banyak basa basinya. Oke sekarang gini deh ya, jadi sebenarnya saya tuh mau cerita sedikit tentang isi buku ini. Iya benar saya sudah baca, saya sudah membeli buku ini dengan kocek saya sendiri loh (Penting banget!).
Karya Iwan Setyawan ini merupakan kisah nyata. Di dalam cerita, semua kisahnya itu ia ceritakan kembali kepada sahabat kecilnya yang selalu mengenakan seragam merah putih. Sepertinya anak kecil itu mengenal betul siapa Iwan. Iwan hanyalah seorang anak supir angkot. Ayahnya bekerja sebagai supir angkot sudah selama 36 tahun. Semua orang disekitarnya adalah inspirasi bagi Iwan.
Ayah dan Ibunya sudah pasti sangat menginsipirasinya dalam menjalani kehidupan. Ia hidup bersama kedua orang tua serta kakek neneknya dalam keadaan sangat sederhana. Tidak ada mainan ketika ia kecil, hanya buku-bukulah yang menjadi mainannya saat itu. Iwan bahkan tak segan-segan memelototi tamu-tamunya yang sudah cukup lama berada di rumahnya karena baginya mereka itu mengambil tempat bermainnya bersama kakak dan adiknya.
Mbak Isa kakak pertamanya memiliki tulisan yang indah, ia yang rela mengalah untuk menunda kuliah demi mba Inan (kakak kedua Iwan). Kedua adiknya juga begitu berarti di kehidupannya. Masih banyak lagi di sekitar Iwan yang memiliki peran penting di kehidupannya. Iwan mendapat IP 3,75 tertinggi di IPB saat itu, sungguh prestasi luar biasa. Dengan hal ini Iwan dapat membuktikan bahwa siapa saja dan dari kalangan mana saja orang itu berasal asal ada kemauan, tekad, dan kerja keras bisa berprestasi.
Setelah kuliah, Iwan mencoba untuk bekerja, akhirnya setelah melamar sana-sini diterimalah dia di salah satu perusahaan yang terletak di jajaran jalan Sudirman. Ketika ia pindah kerja ke Danareksa, Mba Ati memberitahunya sesuatu. Sesuatu ini yang pada akhirnya membawanya ke tempat yang belum pernah ia impikan sebelumnya. Bagaimana jalan cerita selengkapnya? Silakan kalian membacanya. Mana seru kalau diceritain semuanya di sini hehe.
Rabu, 13 Juni 2012
Senin, 28 Mei 2012
Jurnal Jo
Gara-gara baca Teenlit punya Vanya jadi punya ide nih mau nulis apa buat menuhin blog tercinta yang lama tak di update lagi....
Ini sih teenlit lama secara tanggal belinya aja tahun 2009. Review dari saya, ceritanya keren. Mengingat kembali masa-masa SMP, terutama awal masuk SMP, masih sering banget banding-bandingin enaknya SMP sama SD. sebelas dua belas deh sama cerita Jurnal Jo.
Dalam cerita ini si tokoh bernama Jo (pastinya), punya sahabat namanya Sally yang sikapnya berubah 180 derajat ketika masuk SMP dan dia juga masuk ke dalam geng elite. Di cerita ini kesannya si Sally pingin banget dikata anak gaul, padahal dia anak biasa dan dari kalangan ekonomi keluarga yang sederhana. Sayang sekali ia harus salah memilih teman seperti itu. Pada akhirnya dia dijauhin sama gank-nya itu ketika mereka tahu kalau Sally hanya seorang anak peternak burung puyuh (tragis). Jangan salah, Jo sempat hampir terjebak loh!
Jo, ikut klub sastra lantaran semua kegiatan mengacu pada olahraga sedangkan dia sangat lemah di bidang itu.Menjadi sekretaris, kemudian pacaran dengan ketua klub, em menyenangkan ya? tapi tidak lagi menyenangkan ketika mengetahui bahwa pacarnya itu hanyalah tukang tipu, tukang plagiat, bahkan hampir terancam tinggal kelas. Malesin banget.
Di cerita ini saya sih mengambil kesimpulan bahwa semua yang terlihat keren dari luar belum tentu dalamnya juga keren loh. Teman sejati bukan dicarinya berdasarkan kayanya, gaulnya, elitenya, dan bala balanya. Teman sejati adalah teman yang bisa menerima kelebihan dan kekurangan kita.
Ini sih teenlit lama secara tanggal belinya aja tahun 2009. Review dari saya, ceritanya keren. Mengingat kembali masa-masa SMP, terutama awal masuk SMP, masih sering banget banding-bandingin enaknya SMP sama SD. sebelas dua belas deh sama cerita Jurnal Jo.
Dalam cerita ini si tokoh bernama Jo (pastinya), punya sahabat namanya Sally yang sikapnya berubah 180 derajat ketika masuk SMP dan dia juga masuk ke dalam geng elite. Di cerita ini kesannya si Sally pingin banget dikata anak gaul, padahal dia anak biasa dan dari kalangan ekonomi keluarga yang sederhana. Sayang sekali ia harus salah memilih teman seperti itu. Pada akhirnya dia dijauhin sama gank-nya itu ketika mereka tahu kalau Sally hanya seorang anak peternak burung puyuh (tragis). Jangan salah, Jo sempat hampir terjebak loh!
Jo, ikut klub sastra lantaran semua kegiatan mengacu pada olahraga sedangkan dia sangat lemah di bidang itu.Menjadi sekretaris, kemudian pacaran dengan ketua klub, em menyenangkan ya? tapi tidak lagi menyenangkan ketika mengetahui bahwa pacarnya itu hanyalah tukang tipu, tukang plagiat, bahkan hampir terancam tinggal kelas. Malesin banget.
Di cerita ini saya sih mengambil kesimpulan bahwa semua yang terlihat keren dari luar belum tentu dalamnya juga keren loh. Teman sejati bukan dicarinya berdasarkan kayanya, gaulnya, elitenya, dan bala balanya. Teman sejati adalah teman yang bisa menerima kelebihan dan kekurangan kita.
Rabu, 21 Maret 2012
Kejutan HBD (Happy BirthDay)
#CeritaHariIni mengenai kejutan kejutan yang terjadi dari divisi bagian umum, tepatnya kemarin sih peristiwa terjadinya. Awalnya salah satu staf ada yang membawa sebuah kotak dan terlihat seperti kotak makanan, secara spontan divisi itu dihujani berbagai celotehan karenanya.
“Mba Lufi HBD ya? Horeeee, selamat ya selamat”, mungkin karena tradisi kalau ada yang ulang tahun, dapat arisan, pulang dari dinas, atau sebagainya akan menaruh cemilan di tempat yang telah disediakan.
Tidak ada satu pun makanan, bukannya kecewa justru bertambah heboh dengan ide konyol yang terlontar dari mba Siska dan mba Maya. Mereka telah sepakat apabila ada yang masuk ke divisi tersebut akan disoraki “blablabla (nama orang yang datang) HBD yaa selamat selamat” dan diiringi lagu serta tepuk tangannya. Alhasil bagian umum sangat ramai di hari yang masih pagi.
Tak lama mba Lufi kembali dengan membawa dua kotak kue yang satu rasa coklat dan satunya lagi rasa keju. Kejadian sebelumnya terulang, staf di sana langsung menyerbu mba lufi dan mengucapkan “HBD ya mba semoga panjang umur”, dan ada beberapa yang menyertakan cipika cipiki. Mba Lufi juga menikmati permainan itu. Aku yang melihat hanya tersenyum kecil dari meja yang aku tempati.
Setelah ditawari barulah aku mengambil satu potong kue rasa coklat maklum Cuma anak magang jadi sedikit pemalu. Kebetulan mas Nova tidak ada di tempat, ide untuk mengerjai orang terbit lagi di benak mba Siska dan mba Maya. Mereka bersekongkol untuk mengucapkan selamat ulang tahun, menjabat tangannya, dan memberikan kue. Benar-benar terlihat seperti orang yang diberi sureprise karena ulang tahun bukan?
Selasa, 20 Maret 2012
Bunga Abadi Edelweis
Setelah membaca narasi di buku Bahasa Indonesia, jadi penasaran sama rupa bunga edelweis. Akhirnya search di google aja deh hingga ketemu artikel seperti ini. masih banyak artikel lain yang terkait dengan ini.
Yang masih awam (sama seperti yang nulis) dengan bunga ini ada beberapa gambar yang mungkin bisa membantu
Cekidot:
"Edelweiss.. Edelweiss.. Every morning you greet me. Small and white, clean and bright. You look happy to meet me.."
Itulah salah satu lirik lagu berjudul Edelweiss yang dinyanyikan dalam film musikal ternama, Sound of Music. Sesuai lirik lagunya, bunga ini berwarna putih dan bentuknya kecil. Edelweis hidup di dataran tinggi, ribuan meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu, bunga ini banyak dibawa pulang oleh pendaki sebagai bukti dirinya telah menaklukkan sebuah gunung.
Tentunya, hal itu dilarang! Seiring berjalannya waktu, bunga ini terancam punah.
Padahal Edelweis dikenal sebagai 'bunga abadi'. Warnanya yang putih melambangkan cinta, ketulusan. Letaknya di puncak-puncak gunung tinggi melambangkan pengorbanan. Bunga yang bisa bertahan lama melambangkan keabadian.
Di Indonesia, Edelweis terbanyak adalah spesies Anaphalis javanica yang tersebar di Pulau Jawa. Walaupun termasuk spesies langka, tentu saja Anda bisa mendatangi langsung habitat alami bunga ini. Walaupun itu berarti Anda harus mendaki gunung.
detikTravel pada Jumat (16/3/2012) menghimpun 4 tempat terbaik untuk bertemu Edelweis di Indonesia:
Yang masih awam (sama seperti yang nulis) dengan bunga ini ada beberapa gambar yang mungkin bisa membantu
Cekidot:
Para pendaki gunung umumnya akrab dengan Edelweis. 'Bunga Abadi' ini tumbuh di dataran tinggi, khususnya di puncak-puncak gunung. Inilah 4 tempat di Indonesia yang bisa Anda datangi untuk melihat si putih nan cantik ini.
"Edelweiss.. Edelweiss.. Every morning you greet me. Small and white, clean and bright. You look happy to meet me.."
Itulah salah satu lirik lagu berjudul Edelweiss yang dinyanyikan dalam film musikal ternama, Sound of Music. Sesuai lirik lagunya, bunga ini berwarna putih dan bentuknya kecil. Edelweis hidup di dataran tinggi, ribuan meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu, bunga ini banyak dibawa pulang oleh pendaki sebagai bukti dirinya telah menaklukkan sebuah gunung.
Tentunya, hal itu dilarang! Seiring berjalannya waktu, bunga ini terancam punah.
Padahal Edelweis dikenal sebagai 'bunga abadi'. Warnanya yang putih melambangkan cinta, ketulusan. Letaknya di puncak-puncak gunung tinggi melambangkan pengorbanan. Bunga yang bisa bertahan lama melambangkan keabadian.
Di Indonesia, Edelweis terbanyak adalah spesies Anaphalis javanica yang tersebar di Pulau Jawa. Walaupun termasuk spesies langka, tentu saja Anda bisa mendatangi langsung habitat alami bunga ini. Walaupun itu berarti Anda harus mendaki gunung.
detikTravel pada Jumat (16/3/2012) menghimpun 4 tempat terbaik untuk bertemu Edelweis di Indonesia:
Senin, 19 Maret 2012
Sabtu Kemarin
Sabtu kemarin itu gue seperti mendapatkan kembali sesuatu yang hilang dari hidup gue,,,,
KECERIAAN TANPA PAKSAAN DENGAN WAKTU LAMA
Haha bahasa gue kenapa kaya gitu amat ya, kedengeran serem aja serasa gue enggak pernah bahagia itu.
Setiap hari gue memang mengejutkan dan membahagiakan, tapi sabtu kemarin itu bener-bener special.
Yang pertama gue kumpul sama temen-temen gue plus sahabat-sahabat gue di sekolah. Cekikikan bareng di depan lab karena masalah tanda baca doang, sampai otot semua tegang dan harus direlaksasikan kembali alhasil masih sambil ketawa ngakak ada juga yang berdiri saking pegelnya.
Yang Kedua gue enggak latihan karate, tapi dengan santainya nongkrong di kelas bareng ke 3 sahabat gue. Di sana enggak ada yang menarik sih (mungkin menurut kalian para pembaca), cuma dengerin musik,
KECERIAAN TANPA PAKSAAN DENGAN WAKTU LAMA
Haha bahasa gue kenapa kaya gitu amat ya, kedengeran serem aja serasa gue enggak pernah bahagia itu.
Setiap hari gue memang mengejutkan dan membahagiakan, tapi sabtu kemarin itu bener-bener special.
Yang pertama gue kumpul sama temen-temen gue plus sahabat-sahabat gue di sekolah. Cekikikan bareng di depan lab karena masalah tanda baca doang, sampai otot semua tegang dan harus direlaksasikan kembali alhasil masih sambil ketawa ngakak ada juga yang berdiri saking pegelnya.
Yang Kedua gue enggak latihan karate, tapi dengan santainya nongkrong di kelas bareng ke 3 sahabat gue. Di sana enggak ada yang menarik sih (mungkin menurut kalian para pembaca), cuma dengerin musik,
Langganan:
Postingan (Atom)
